HADITS KISAH ISRA’ MI’RAJ
Qatadah: Telah mengisahi kami Anas bin
Malik, dari Malik bin Sha’sha’ah ra, ia telah berkata: Telah bersabda Nabi
Shallallahu Alaihi wa Sallam: “Ketika aku di al-Bait (yaitu Baitullah atau
Ka’bah) antara tidur dan jaga”, kemudian beliau menyebutkan tentang seorang
lelaki di antara dua orang lelaki. “Lalu didatangkan kepadaku bejana dari emas
yang dipenuhi dengan kebijaksanaan dan keimanan. Kemudian aku dibedah dari
tenggorokan hingga perut bagian bawah. Lalu perutku dibasuh dengan Air Zam Zam,
kemudian diisi dengan kebijaksanaan (hikmah) dan keimanan. Dan didatangkan
kepadaku binatang putih yang lebih kecil dari kuda dan lebih besar dari baghal
(peranakan kuda dan keledai), yaitu Buraq. HR al-Bukhari (3207).
Anas bin Malik r.a. berkata, “Abu Dzarr
r.a. menceritakan bahwasanya Nabi Muhammad saw bersabda, ‘Dibukalah atap
rumahku dan aku berada di Mekah. Turunlah Jibril a.s. dan mengoperasi dadaku,
kemudian dicucinya dengan air zamzam. Ia lalu membawa mangkok besar dari emas,
penuh dengan hikmah dan keimanan, lalu ditumpahkan ke dalam dadaku, kemudian
dikatupkannya.Ia memegang tanganku dan membawaku ke langit dunia. Ketika aku
tiba di langit dunia, berkatalah Jibril kepada penjaga langit, ‘Bukalah.’
Penjaga langit itu bertanya, ‘Siapakah ini?’ Ia (jibril) menjawab, ‘Ini
Jibril.’ Penjaga langit itu bertanya, ‘Apakah Anda bersama seseorang?’ Ia
menjawab, ‘Ya, aku bersama Muhammad saw.’ Penjaga langit itu bertanya, ‘Apakah
dia diutus?’ Ia menjawab, ‘Ya.’ Ketika penjaga langit itu membuka, kami menaiki
langit dunia. Tiba tiba ada seorang laki-laki duduk di sebelah kanannya ada
hitam-hitam (banyak orang) dan disebelah kirinya ada hitam-hitam (banyak
orang).
Apabila ia memandang ke kanan, ia tertawa,
dan apabila ia berpaling ke kiri, ia menangis, lalu ia berkata, ‘Selamat datang
Nabi yang saleh dan anak laki-laki yang saleh.’ Aku bertanya kepada Jibril,
‘Siapakah orang ini?’ Ia menjawab, ‘Ini adalah Adam dan hitam-hitam yang di
kanan dan kirinya adalah adalah jiwa anak cucunya. Yang di sebelah kanan dari
mereka itu adalah penghuni surga dan hitam-hitam yang di sebelah kirinya adalah
penghuni neraka.’ Apabila ia berpaling ke sebelah kanannya, ia tertawa, dan
apabila ia melihat ke sebelah kirinya, ia menangis, sampai Jibril menaikkan aku
ke langit yang ke dua, lalu dia berkata kepada penjaganya, ‘Bukalah.’
Berkatalah penjaga itu kepadanya seperti apa yang dikatakan oleh penjaga
pertama, lalu penjaga itu membukakannya.”
Anas berkata, “Beliau menyebutkan
bahwasanya di beberapa langit itu beliau bertemu dengan Adam, Idris, Musa, Isa,
dan Ibrahim shalawatullahi alaihim, namun beliau tidak menetapkan bagaimana
kedudukan (posisi) mereka, hanya saja beliau tidak menyebutkan bahwasanya
beliau bertemu dengan Adam di langit dunia dan Ibrahim di langit keenam.” Anas
berkata, “Ketika Jibril a.s. bersama Nabi Muhammad saw melewati Idris, Idris
berkata, ‘Selamat datang Nabi yang saleh dan saudara laki-laki yang saleh.’ Aku
(Rasulullah) bertanya, ‘Siapakah ini?’ Jibril menjawab, ‘Ini adalah Idris.’ Aku
melewati Musa lalu ia berkata, ‘Selamat datang Nabi yang saleh dan saudara yang
saleh.’ Aku bertanya, ‘Siapakah ini?’ Jibril menjawab, ‘Ini adalah Musa.’ Aku
lalu melewati Isa dan ia berkata, ‘Selamat datang saudara yang saleh dan Nabi
yang saleh.’ Aku bertanya, ‘Siapakah ini?’ Jibril menjawab, ‘Ini adalah Isa.’
Aku lalu melewati Ibrahim, lalu ia berkata, ‘Selamat datang Nabi yang saleh dan
anak yang saleh.’ Aku bertanya,’Siapakah ini?’ Jibril menjawab, ‘Ini adalah
Ibrahim as..’” (HR. Bukhari no. 192)
Ibnu Syihab berkata, “Ibnu Hazm
memberitahukan kepadaku bahwa Ibnu Abbas dan Abu Habbah al-Anshari berkata
bahwa Nabi Muhammad saw bersabda, ‘Jibril lalu membawaku naik sampai jelas
bagiku Mustawa. Di sana,
aku mendengar goresan pena-pena.’ Ibnu Hazm dan Anas bin Malik berkata bahwa
Nabi Muhammad saw. bersabda, ‘Allah Azza wa Jalla lalu mewajibkan atas umatku lima puluh shalat (dalam
sehari semalam). Aku lalu kembali dengan membawa kewajiban itu hingga kulewati
Musa, kemudian ia (Musa) berkata kepadaku, ‘Apa yang diwajibkan Allah atas
umatmu?’ Aku menjawab, ‘Dia mewajibkan lima
puluh kali shalat (dalam sehari semalam).’ Musa berkata, ‘Kembalilah kepada
Tuhanmu karena umatmu tidak kuat atas yang demikian itu.’ Allah lalu memberi
dispensasi (keringanan) kepadaku (dalam satu riwayat: Maka aku kembali dan
mengajukan usulan kepada Tuhanku), lalu Tuhan membebaskan separonya. ‘Aku lalu
kembali kepada Musa dan aku katakan, ‘Tuhan telah membebaskan separonya.’ Musa
berkata, ‘Kembalilah kepada Tuhanmu karena sesungguhnya umatmu tidak kuat atas
yang demikian itu. ‘Aku kembali kepada Tuhanku lagi, lalu Dia membebaskan
separonya lagi. Aku lalu kembali kepada Musa, kemudian ia berkata, ‘Kembalilah
kepada Tuhanmu karena umatmu tidak kuat atas yang demikian itu.’ Aku kembali
kepada Tuhan, kemudian Dia berfirman, ‘Shalat itu lima
(waktu) dan lima itu (nilainya) sama dengan lima puluh (kali), tidak
ada firman yang diganti di hadapan Ku.’ Aku lalu kembali kepada Musa, lalu ia
berkata, ‘Kembalilah kepada Tuhanmu.’ Aku jawab, ‘(Sungguh) aku malu kepada
Tuhanku.’ Jibril lalu pergi bersamaku sampai ke Sidratul Muntaha dan Sidratul
Muntaha itu tertutup oleh warna-warna yang aku tidak mengetahui apakah itu
sebenarnya? Aku lalu dimasukkan ke surga. Tiba-tiba di sana ada kail dari mutiara dan debunya adalah
kasturi.’”(HR. Bukhari no. 193, 194)
Aisyah r.a. berkata, “Allah Ta’ala
memfardhukan shalat ketika difardhukan-Nya dua rakaat-dua rakaat, baik di rumah
maupun dalam perjalanan. Selanjutnya, dua rakaat itu ditetapkan shalat dalam
perjalanan dan shalat di rumah ditambah lagi (rakaatnya).” (Dalam satu riwayat:
Kemudian Nabi Muhammad saw. hijrah, lalu difardhukan shalat itu menjadi empat
rakaat dan dibiarkan shalat dalam bepergian sebagaimana semula, 4/267).(HR.
Bukhari no. 195)
Dari Anas bin Malik, ia telah berkata:
Telah bersabda Rasulullah SAW: “Aku didatangi mereka (malaikat), kemudian
mengajakku ke Sumur Zam Zam. Lalu dadaku dibedah, kemudian dibasuh dengan Air
Zam Zam. Lalu aku dikembalikan.” HR Muslim (162.2), Kitab Iman, Bab Isra
Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia
berkata: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Aku didatangi Buraq. Lalu aku
menungganginya sampai ke Baitulmakdis. Aku mengikatnya pada pintu mesjid yang
biasa digunakan mengikat tunggangan oleh para nabi. Kemudian aku masuk ke
mesjid dan mengerjakan salat dua rakaat. Setelah aku keluar, Jibril datang
membawa bejana berisi arak dan bejana berisi susu. Aku memilih susu, Jibril
berkata: Engkau telah memilih fitrah. Lalu Jibril membawaku naik ke langit.
Ketika Jibril minta dibukakan, ada yang bertanya: Siapakah engkau? Dijawab:
Jibril. Ditanya lagi: Siapa yang bersamamu? Jibril menjawab: Muhammad. Ditanya:
Apakah ia telah diutus? Jawab Jibril: Ya, ia telah diutus. Lalu dibukakan bagi
kami. Aku bertemu dengan Adam. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan.
Kemudian aku dibawa naik ke langit kedua. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya:
Siapakah engkau? Jawab Jibril: Jibril. Ditanya lagi: Siapakah yang bersamamu?
Jawabnya: Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus.
Pintu pun dibuka untuk kami. Aku bertemu dengan Isa bin Maryam as. dan Yahya
bin Zakaria as. Mereka berdua menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku
dibawa naik ke langit ketiga. Jibril minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa engkau? Dijawab: Jibril.
Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad saw. jawabnya. Ditanyakan: Dia telah
diutus? Dia telah diutus, jawab Jibril. Pintu dibuka untuk kami. Aku bertemu
Yusuf as. Ternyata ia telah dikaruniai sebagian keindahan. Dia menyambutku dan
mendoakanku dengan kebaikan. Aku dibawa naik ke langit keempat. Jibril minta
dibukakan. Ada
yang bertanya: Siapa ini? Jibril menjawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa
bersamamu? Muhammad, jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Jibril
menjawab: Dia telah diutus. Kami pun dibukakan. Ternyata di sana ada Nabi Idris as. Dia menyambutku dan
mendoakanku dengan kebaikan. Allah Taala berfirman Kami mengangkatnya pada
tempat (martabat) yang tinggi. Aku dibawa naik ke langit kelima. Jibril minta
dibukakan. Ada
yang bertanya: Siapa? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Dijawab:
Muhammad. Ditanya: Apakah ia telah diutus? Dijawab: Dia telah diutus. Kami
dibukakan. Di sana
aku bertemu Nabi Harun as. Dia menyambutku dan mendoakanku dengan kebaikan. Aku
dibawa naik ke langit keenam. Jibril as. minta dibukakan. Ada yang bertanya: Siapa ini? Jawabnya:
Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Muhammad, jawab Jibril. Ditanya: Apakah
ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Di sana ada Nabi Musa as. Dia
menyambut dan mendoakanku dengan kebaikan. Jibril membawaku naik ke langit
ketujuh. Jibril minta dibukakan. Lalu ada yang bertanya: Siapa ini? Jawabnya:
Jibril. Ditanya lagi: Siapa bersamamu? Jawabnya: Muhammad. Ditanyakan: Apakah
ia telah diutus? Jawabnya: Dia telah diutus. Kami dibukakan. Ternyata di sana aku bertemu Nabi
Ibrahim as. sedang menyandarkan punggungnya pada Baitulmakmur. Ternyata setiap
hari ada tujuh puluh ribu malaikat masuk ke Baitulmakmur dan tidak kembali lagi
ke sana.
Kemudian aku dibawa pergi ke Sidratulmuntaha yang dedaunannya seperti
kuping-kuping gajah dan buahnya sebesar tempayan. Ketika atas perintah Allah,
Sidratulmuntaha diselubungi berbagai macam keindahan, maka suasana menjadi
berubah, sehingga tak seorang pun di antara makhluk Allah mampu melukiskan
keindahannya. Lalu Allah memberikan wahyu kepadaku. Aku diwajibkan salat lima puluh kali dalam
sehari semalam. Tatkala turun dan bertemu Nabi saw. Musa as., ia bertanya: Apa
yang telah difardukan Tuhanmu kepada umatmu? Aku menjawab: Salat lima puluh kali. Dia
berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan, karena umatmu tidak
akan kuat melaksanakannya. Aku pernah mencobanya pada Bani Israel. Aku pun
kembali kepada Tuhanku dan berkata: Wahai Tuhanku, berilah keringanan atas
umatku. Lalu Allah mengurangi lima
salat dariku. Aku kembali kepada Nabi Musa as. dan aku katakan: Allah telah
mengurangi lima
waktu salat dariku. Dia berkata: Umatmu masih tidak sanggup melaksanakan itu.
Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan lagi. Tak henti-hentinya aku
bolak-balik antara Tuhanku dan Nabi Musa as. sampai Allah berfirman: Hai
Muhammad. Sesungguhnya kefarduannya adalah lima waktu salat sehari semalam. Setiap salat
mempunyai nilai sepuluh. Dengan demikian, lima
salat sama dengan lima
puluh salat. Dan barang siapa yang berniat untuk kebaikan, tetapi tidak
melaksanakannya, maka dicatat satu kebaikan baginya. Jika ia melaksanakannya,
maka dicatat sepuluh kebaikan baginya. Sebaliknya barang siapa yang berniat
jahat, tetapi tidak melaksanakannya, maka tidak sesuatu pun dicatat. Kalau ia
jadi mengerjakannya, maka dicatat sebagai satu kejahatan. Aku turun hingga
sampai kepada Nabi Musa as., lalu aku beritahukan padanya. Dia masih saja
berkata: Kembalilah kepada Tuhanmu, mintalah keringanan. Aku menyahut: Aku
telah bolak-balik kepada Tuhan, hingga aku merasa malu kepada-Nya. (Shahih
Muslim No.234)
Hadis riwayat Malik bin Sha`sha`ah ra., ia
berkata: Nabi saw. bersabda: Ketika aku sedang berada di dekat Baitullah antara
tidur dan jaga, tiba-tiba aku mendengar ada yang berkata: Salah satu dari tiga
yang berada di antara dua orang. Lalu aku didatangi dan dibawa pergi. Aku
dibawakan bejana dari emas yang berisi air Zamzam. Lalu dadaku dibedah hingga
ini dan ini. Qatadah berkata: Aku bertanya: Apa yang beliau maksud? Anas
menjawab: Hingga ke bawah perutnya. Hatiku dikeluarkan dan dicuci dengan air
Zamzam, kemudian dikembalikan ke tempatnya dan mengisinya dengan iman dan
hikmah. Lalu aku didatangi binatang putih yang disebut Buraq, lebih tinggi dari
khimar dan kurang dari bighal, ia meletakkan langkahnya pada pandangannya yang
paling jauh. Aku ditunggangkan di atasnya. Lalu kami berangkat hingga ke langit
dunia. (Sampai di sana)
Jibril minta dibukakan. Dia ditanya: Siapa ini? Jibril menjawab Jibril. Ditanya
lagi: Siapa bersamamu? Muhammad saw. jawab Jibril. Ditanya: Apakah ia telah
diutus? Ya, jawabnya. Malaikat penjaga itu membukakan kami dan berkata: Selamat
datang padanya. Sungguh, merupakan kedatangan yang baik. Lalu kami datang
kepada Nabi Adam as. (selanjutnya seperti kisah pada hadis di atas). Anas
menjelaskan bahwa Rasulullah bertemu dengan Nabi Isa as. dan Nabi Yahya as. di
langit kedua, di langit ketiga dengan Nabi Yusuf as. di langit keempat dengan
Nabi Idris as. di langit kelima dengan Nabi Harun as. Selanjutnya Rasulullah
saw. bersabda: Kemudian kami berangkat lagi. Hingga tiba di langit keenam. Aku
datang kepada Nabi Musa as. dan mengucap salam kepadanya. Dia berkata: Selamat
datang kepada saudara dan nabi yang baik. Ketika aku meninggalkannya, ia menangis.
Lalu ada yang berseru: Mengapa engkau menangis? Nabi Musa menjawab: Tuhanku,
orang muda ini Engkau utus setelahku, tetapi umatnya yang masuk surga lebih
banyak daripada umatku. Kami melanjutkan perjalanan hingga langit ketujuh. Aku
datang kepada Nabi Ibrahim as. Dalam hadis ini dituturkan, Nabi saw. bercerita
bahwa beliau melihat empat sungai. Dari hilirnya, keluar dua sungai yang jelas
dan dua sungai yang samar. Aku (Rasulullah saw.) bertanya: Hai Jibril, sungai
apakah ini? Jibril menjawab: Dua sungai yang samar adalah dua sungai di surga,
sedangkan yang jelas adalah sungai Nil dan Furat. Selanjutnya aku diangkat ke
Baitulmakmur. Aku bertanya: Hai Jibril, apa ini? Jibril menjawab: Ini adalah
Baitulmakmur. Setiap hari, tujuh puluh ribu malaikat masuk ke dalamnya. Apabila
mereka keluar, tidak akan masuk kembali. Itu adalah akhir mereka masuk.
Kemudian aku ditawarkan dua bejana, yang satu berisi arak dan yang lain berisi
susu. Keduanya disodorkan kepadaku. Aku memilih susu. lalu dikatakan: Tepat!
Allah menghendaki engkau (berada pada fitrah, kebaikan dan keutamaan). Begitu
pula umatmu berada pada fitrah. Kemudian diwajibkan atasku salat lima puluh kali tiap hari.
Demikian kisah seterusnya sampai akhir hadis. (Shahih Muslim No.238)
Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata:
Rasulullah saw. menuturkan perjalanan Isra’nya. Beliau bersabda: Nabi Musa as.
berkulit sawo matang, tingginya seperti lelaki Syanu’ah (nama kabilah). Beliau
bersabda pula: Nabi Isa as. itu gempal, tingginya sedang. Beliau juga menuturkan
tentang Malik as. penjaga Jahanam dan Dajjal. (Shahih Muslim No.239)
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Nabi saw. bersabda: Ketika aku diisra’kan, aku bertemu dengan Nabi Musa as., ia
seorang lelaki yang tinggi kurus dengan rambut berombak, seperti seorang Bani
Syanu’ah. Aku juga bertemu dengan Nabi Isa as. ia berperawakan sedang, berkulit
merah, seakan-akan baru keluar dari pemandian. Aku bertemu dengan Nabi Ibrahim
as. Akulah keturunannya yang paling mirip dengannya. Lalu aku diberi dua
bejana, yang satu berisi susu dan yang lain berisi arak. Dikatakan padaku:
Ambillah yang engkau suka. Aku mengambil susu dan meminumnya. Kemudian
dikatakan: Engkau diberi petunjuk dengan fitrah atau engkau menepati fitrah.
Seandainya engkau mengambil arak, niscaya sesat umatmu. (Shahih Muslim No.245)
Dari Ibnu Abbas, ia telah berkata: Ketika
Nabi SAW diisra`kan,
beliau melewati seorang nabi dan beberapa nabi, dan bersama mereka ada banyak
orang. Dan seorang nabi dan beberapa nabi, dan bersama mereka beberapa orang. Dan
seorang nabi dan beberapa nabi, dan bersama mereka tidak ada seorangpun sampai
beliau melewati kelompok yang besar. Aku berkata: “Siapa Ini?” Dijawablah (oleh
Jibril): “Musa dan kaumnya. Akan tetapi angkatlah kepalamu, kemudian lihatlah!”
Kemudian ada kelompok besar yang memenuhi ufuk dari sebelah sana
dan dari sebelah sana.
Lalu dikatakan (oleh Jibril): “Mereka adalah umatmu dan yang lainnya adalah
kelompok dari umatmu yang berjumlah tujuh puluh ribu (70.000) orang yang akan
masuk surga tanpa hisab (perhitungan amal).” Kemudian beliau masuk (ke kamar
beliau) dan mereka (para sahabat) tidak menanyai beliau dan beliau tidak
merangkan kepada mereka. Maka mereka berkata: “Kami adalah mereka itu tadi”.
Dan ada pula yang berkata: “Mereka adalah anak-anak kami yang lahir dalam
fitrah dan Islam”. Kemudian Nabi SAW keluar, lalu bersabda: “Mereka adalah
orang-orang yang tidak berobat dengan besi panas, tidak meruqyah, dan tidak
pula bertakhayul (tathayyur). Dan mereka bertawakal kepada Tuhan mereka.”
Lantas Ukasyah bin Mihshan berdiri lalu berkata: “Saya termasuk mereka wahai
Rasulullah?” Beliau menjawab: “Ya.” Kemudian yang lain lagi berdiri lalu
berkata pula: “Saya termasuk mereka?” Beliau menjawab: “Kamu telah didahului
oleh Ukasyah (dalam bertanya demikian).” HR at-Tirmidzi (2446). Beliau berkata:
“Ini adalah hadits hasan shahih”.
Anas berkata: Telah bersabda Rasulullah
SAW: “Tidaklah aku melewati sekelompok malaikat pada malam aku diisra`kan kecuali mereka
berkata: Wahai Muhammad, suruhlah umatmu berbekam.”
HR Ibnu Majah (3479), Kitab Pengobatan, Bab Bekam. Disahkan al-Albani dalam
Shahih al-Jami` (II: 5671), dan Takhrij al-Misykat (4544).
Dari Ibnu ‘Abbas, bahwasanya Rasulullah SAW
telah bersabda: “Tidaklah aku melewati sekelompok malaikat pada malam aku
diisra`kan
kecuali tiap mereka berkata kepadaku: Wajib bagimu wahai Muhammad untuk
berbekam.” HR Ibnu Majah (3477), Kitab Pengobatan, Bab Bekam. Dishahihkan
al-Albani dalam ash-Shahihah (V: 2263) dan Shahih al-Jami` (II: 5672).
Dari Ibnu Mas’ud, ia telah berkata: Telah
bersabda Rasulullah SAW: Aku bertemu Ibrahim pada malam aku diisra’kan. Iapun
bertanya: “Wahai Muhammad, suruhlah umatmu mengucapkan salam kepadaku, dan
kabarkanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya surga subur tanahnya, manis
airnya, dan terhampar luas. Dan bahwasanya tanamannya adalah (ucapan dzikir)
Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu Akbar.” HR at-Tirmidzi
(3462), Kitab Doa-Doa dari Rasulullah, Bab Dalil tentang Keutamaan Tasbih,
Takbir, Tahlil, dan Tahmid.
Beliau berkata: Ini adalah hadits hasan
gharib dari sisi ini dari hadits Ibnu Mas’ud. Dihasankan al-Albani dalam
ash-Shahihah (I:105) dengan dua syahid (penguat) dari hadits Ibnu ‘Umar dan
hadits Abu Ayyub al-Anshari.
Dari Abu Hurairah, ia telah berkata: Telah
bersabda Rasulullah SAW : “….. Dan sungguh telah diperlihatkan kepadaku jama’ah
para nabi. Adapun Musa, dia sedang berdiri shalat. Dia lelaki tinggi kekar
seakan-akan dia termasuk suku Sanu’ah. Dan ada pula ‘Isa bin Maryam
alaihi`ssalam sedang berdiri shalat. Manusia yang paling mirip dengannya adalah
‘Urwah bin Mas’ud ats-Tsaqafi. Ada
pula Ibrahim ‘alaihi`ssalam sedang berdiri shalat. Orang yang paling mirip
dengannya adalah sahabat kalian ini, yakni beliau sendiri. Kemudian
diserukanlah shalat. Lantas aku mengimami mereka. Seusai shalat, ada yang
berkata (Jibril): “Wahai Muhammad, ini adalah Malik, penjaga neraka. Berilah
salam kepadanya!” Akupun menoleh kepadanya, namun dia mendahuluiku memberi
salam. HR Muslim (172).
Dari Anas bin Malik, bahwasanya Rasulullah
SAW telah bersabda: “Pada malam aku diisra’kan aku melewati Musa di gundukan
tanah merah ketika dia sedang shalat di dalam kuburnya.” HR Muslim (2375),
Kitab Keutamaan-Keutamaan, Bab Sebagian Keutamaan Musa.
Dari Abu al-’Aliyah: Telah mengisahi kami
sepupu Nabi kalian, yaitu Ibnu ‘Abbas radhiya`llahu ‘anhuma, dari Nabi SAW,
beliau telah bersabda: “Pada malam aku diisra’kan aku telah melihat Musa,
seorang lelaki berkulit sawo matang, tinggi kekar, seakan-akan dia adalah
lelaki Suku Syanu’ah. Dan aku telah melihat ‘Isa, seorang lelaki bertinggi
sedang, berambut lurus. Dan aku juga telah melihat Malaikat Penjaga Neraka dan
Dajjal” termasuk ayat yang telah diperlihatkan Allah kepada beliau. {maka
janganlah kamu ragu tentang pertemuan dengannya (yaitu Musa) (as-Sajdah, 32:
23)}.
Dari Anas dan Abu Bakrah, dari Nabi SAW:
“Malaikat-malaikat kota
Madinah berjaga-jaga dari Dajjal.” HR al-Bukhari (3239), Kitab Permulaaan
Penciptaan, Bab Penyebutan Malaikat.
Abu Hurairah telah berkata: Pada malam
beliau diisra`kan,
disodorkan kepada Rasulullah SAW dua gelas minuman: khamr (minuman keras) dan
susu. Beliaupun melihat keduanya, lalu mengambil susu. Jibril berkata: “Segala
puji bagi Allah yang telah menunjuki engkau kepada fitrah. Seandainya engkau
mengambil khamr, niscaya binasalah umatmu.” HR al-Bukhari (4709), Kitab Tafsir
al-Qur’an, Bab Firmannya {yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam
dari Al Masjidil Haram (al-Isra’, 17: 1)}.
Dari Abu Hurairah, ia telah berkata: Telah
bersabda Rasulullah SAW: Ketika aku diisra`kan, aku bertemu Musa. Dia berkata: Kemudian
beliau menyifatkannya. Dia adalah lelaki, aku mengira beliau bersabda: Kurus,
agak tinggi. Rambutnya ikal, seakan-akan dari suku Syanu’ah. Beliau bersabda:
Dan aku bertemu ‘Isa. Dia berkata: Kemudian beliau menyifatkannya. Beliau
bersabda: Tingginya sedang, berkulit kemerahan, seperti baru keluar dari Dimas,
yaitu pemandian. Dan aku telah melihat Ibrahim. Beliau bersabda: Dan aku adalah
keturunannya yang paling mirip dengannya. Beliau bersabda: Dan disodorkan
kepadaku dua gelas minuman. Salah satunya susu, dan yang lain khamr. Kemudian
dikatakan kepadaku: Ambillah yang mana dari keduanya yang engkau kehendaki!
Akupun mengambil susu, kemudian meminumnya. Lalu dikatakan kepadaku: “Engkau
telah ditunjuki kepada fitrah” atau “Engkau telah menepati fitrah. Adapun
sungguh seandainya engkau mengambil khamr, niscaya binasalah umatmu.” HR
at-Tirmidzi (3130), Kitab Tafsir al-Qur`an dari Rasulullah, Bab Dan Dari Surah
Bani Isra`il. Beliau berkata: “Ini adalah hadits hasan shahih.”