Rabu, 20 Juni 2012

KISAH LUKMAN


Lukman merupakan seorang ahli hikmah dari negeri Habasyah (Ethiopia). Dalam al-Qur'an dikatakan bahwa Allah SWT., menganugrahkan hikmah kepadanya sehingga ia digelari Lukmanul Hakim (Lukman yang dianugrahi hikmah). Nama lengkapnya adalah Lukman bin Baura. Ia adalah keturunan Azah, ayah Nabi Ibrahim as. Dalam tafsir al-khasysyaf (karya al Zamakhsyaril), diterangkan bahwa sosok seorang Lukman digamarkan sebagai seorang lakilaki yang berkulit sangat hitam dan berwajah buruk dengan iir yang sangat tebal. Namun akhlak dan hatinya tidak seuruk wajahnya. Akhlaknya sangat terpuji dan hatinya begitu tulus. Ia selalu mengeluarkan kata-kata hikmah dan bijak sebagai sebuah nasihat yang keluar dari mulutnya.
Dalam tafsir al-Qurtbi juga tertulis bahwa ada tiga orang berkulit hitam yang sangat dikenal dalam sejarah Islam yaitu Bilalbin RabahMahja' (budak Umar bin Khatta) dan Lukmanul Hakim. Ada suatu riwayat menyebutkan bahwa pada suatu hari, seseorang kaget ketika melihat sosok seorang Lukman yang hitam pekat dan berbibir tebal. Pada saat itu Lukman mengatakan, "Sekalipun bibirku ini tebal, tetapi apa yang keluar dari mulutku adalah perktaan lemah lembut yang penuh dengan kata-kata hikmah. Dan sekalipun kamu kaget melihat kulitku yang hitam pekat, tetapi dengan menyebut nama Allah hatiku putih bagaikan kaca beresih."
Kemuliaan seseorang di hadapan Allah SWT. tidak tergantung pada keturunannya, tetapi akan tergantung pada ketakwaan dan akhlaqnya. Lukman merupakan salah seorang manusia yang bertakwa dan berakhlaq mulia. Ketakwaan dan kemuliaan akhlaqnya dijadikan teladan di dalam al-Qur'an. Ketakwaannya kepada Allah SWT. ditunjukannya lewat nasihat kepada putranya yaitu An'am atau Asykam, misalnya; tidak menyekutukan Allah SWT. karena perbuatan menyekutukan itu merupakan kezaliman yang amat besar dosanya (QS. 31:13). Adapun kemuliaan akhlaqnya ditujukan lewat nasihatnya untuk tidak bersikap sombong dan angkuh terhadap sesama manusia, dan agar berkata lemah lembut, karena seburuk-buruk suara adalah suara keledai (QS. 31: 18-19).
Menurut cerita Bani Israil, Lukman selalu mengeluarkan kata-kata hikmah (ucapan yang sesuai deangan kebenaran) sehingga pada akhirnya banyak dikenal oleh masyarakat. Seseoang pernah berkata kepadannya, "Bukannya kamu mantan budak si Pulan?"Luqman menjawab, "Benar." Orag itu lalu bertanya lagi, "Tetapi apa yang membuat kamu terkenal seperti sekarang?" Ia menjawab, "Kekuasaan Allah SWT. Aku selalu berkata benar dan meninggalkan sesuatu yang tidak berfaedah, serta selalu menunaikan amanah yang diberikan kedaku."
Disebutkan dalam al-Qur'an Surat Luqman ayat 12 dan 13, nama Luqman diseut sebanyak dua kali. Surat itu diberi nama surat Luqman karena di dalamnya memuat nasihat Luqman kepada putranya. Dan nasihat itu tertuang dalam ayat 13-19.

Dibuat tgl 18 April 2011
Oleh Didin

Tidak ada komentar: