KISAH
LUKMAN
Lukman merupakan seorang ahli hikmah dari
negeri Habasyah (Ethiopia).
Dalam al-Qur'an dikatakan bahwa Allah SWT., menganugrahkan hikmah kepadanya
sehingga ia digelari Lukmanul Hakim (Lukman yang dianugrahi hikmah). Nama
lengkapnya adalah Lukman bin Baura. Ia adalah keturunan Azah, ayah Nabi Ibrahim
as. Dalam tafsir al-khasysyaf (karya al Zamakhsyaril), diterangkan bahwa sosok
seorang Lukman digamarkan sebagai seorang lakilaki yang berkulit sangat hitam
dan berwajah buruk dengan iir yang sangat tebal. Namun akhlak dan hatinya tidak
seuruk wajahnya. Akhlaknya sangat terpuji dan hatinya begitu tulus. Ia selalu
mengeluarkan kata-kata hikmah dan bijak sebagai sebuah nasihat yang keluar dari
mulutnya.
Dalam tafsir al-Qurtbi juga tertulis bahwa ada tiga
orang berkulit hitam yang sangat dikenal dalam sejarah Islam yaitu Bilalbin
RabahMahja' (budak Umar bin Khatta) dan Lukmanul Hakim. Ada suatu riwayat menyebutkan bahwa pada
suatu hari, seseorang kaget ketika melihat sosok seorang Lukman yang hitam pekat
dan berbibir tebal. Pada saat itu Lukman mengatakan, "Sekalipun bibirku
ini tebal, tetapi apa yang keluar dari mulutku adalah perktaan lemah lembut
yang penuh dengan kata-kata hikmah. Dan sekalipun kamu kaget melihat kulitku
yang hitam pekat, tetapi dengan menyebut nama Allah hatiku putih bagaikan kaca
beresih."
Kemuliaan seseorang di hadapan Allah SWT. tidak
tergantung pada keturunannya, tetapi akan tergantung pada ketakwaan dan
akhlaqnya. Lukman merupakan salah seorang manusia yang bertakwa dan berakhlaq
mulia. Ketakwaan dan kemuliaan akhlaqnya dijadikan teladan di dalam al-Qur'an.
Ketakwaannya kepada Allah SWT. ditunjukannya lewat nasihat kepada putranya
yaitu An'am atau Asykam, misalnya; tidak menyekutukan Allah SWT. karena
perbuatan menyekutukan itu merupakan kezaliman yang amat besar dosanya (QS.
31:13). Adapun kemuliaan akhlaqnya ditujukan lewat nasihatnya untuk tidak
bersikap sombong dan angkuh terhadap sesama manusia, dan agar berkata lemah
lembut, karena seburuk-buruk suara adalah suara keledai (QS. 31: 18-19).
Menurut cerita Bani Israil, Lukman selalu
mengeluarkan kata-kata hikmah (ucapan yang sesuai deangan kebenaran) sehingga
pada akhirnya banyak dikenal oleh masyarakat. Seseoang pernah berkata
kepadannya, "Bukannya kamu mantan budak si Pulan?"Luqman menjawab,
"Benar." Orag itu lalu bertanya lagi, "Tetapi apa yang membuat
kamu terkenal seperti sekarang?" Ia menjawab, "Kekuasaan Allah SWT.
Aku selalu berkata benar dan meninggalkan sesuatu yang tidak berfaedah, serta
selalu menunaikan amanah yang diberikan kedaku."
Disebutkan dalam al-Qur'an Surat Luqman ayat 12 dan 13, nama Luqman
diseut sebanyak dua kali. Surat itu diberi nama surat Luqman karena di
dalamnya memuat nasihat Luqman kepada putranya. Dan nasihat itu tertuang dalam
ayat 13-19.
Dibuat tgl 18 April 2011
Oleh Didin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar