Apakah
Valentine’s Day
bertentangan dengan Islam ?
Valentine’s Day sangat mempengaruhi kaum pemuda-pemudi dewasa ini
yang sedang terkena virus cinta karena kalau sudah terkena virus cinta biasanya
dalam berpasang-pasangan akan menghalalkan segala cara (warning…) Naudzubillah.
Dari kalimat diatas, bagaimana sebaiknya
kita sebagai umat Muslim dalam menanggapi hari perayaan Valentine’s Day (Hari
Kasih Sayang)?
Kalangan Muslim yang tidak mendukung perayaan
Valentine’s Day biasanya selalu menggunakan berbagai macam cara atau alasan
untuk menjelaskan mengapa perayaan Valentine’s Day sebaiknya harus ditinggalkan…
Dari sekian banyak alasan yang biasanya diungkapkan, tak lain yang terucap
ialah kata “bid’ah” biasanya kata tersebut yang sering dimunculkan dan
menjadi alasan yang utama. Tapi kita sebagai umat Muslim yang baik seharusnya
mengetahui dulu apa itu “bid’ah”? Betul ngga….
Menurut pandangan saya “bid’ah” di
dalam ajaran Islam memiliki pengertian sebagai perkara yang diada-adakan dalam
agama. Adapun beberapa pihak yang tidak setuju dengan Valentine’s Day
berpendapat bahwa karena tidak ada yang namanya perayaan Valentine’s Day di
jaman Nabi Muhammad maka perayaan Valentine’s Day saat ini adalah sebuah
tindakan yang diada-adakan. Kalau analisanya seperti itu, lalu apakah kita juga
tidak boleh menggunakan Kapal terbang untuk naik haji, Telepon untuk bicara
jarak jauh, Sepeda motor untuk bekerja ataupun internet untuk mencari informasi?
Nah yang menjadi pertanyaan, bukankah di jaman Nabi semua itu juga belum ada?
Perdebatan mengenai apakah perayaan Valentine’s Day adalah sebuah bid’ah
atau bukan tidak pada tempatnya. atau juga sangat bertentangan dengan Islam?
Sebaiknya kita tidak menjadi umat yang tertutup dan
menutup diri.
Kita sebagai umat Islam seharusnya dengan
bijak menyadari, bahwa apabila ajaran dan faham agama Islam ingin lebih
diterima oleh semua generasi dan semua golongan, selayaknyalah kita lebih
bijaksana dalam menyikapi hal-hal yang dianggap “bid’ah”, tapi jika hal
tersebut banyak mamfaatnya kenapa tida kita jalani dengan sewajarnya menurut
aturan hokum Islam. Karena Islam bukanlah Arab, Islam bukanlah budaya, tetapi
sebuah ajaran yang Maha Mulia. Islam diturunkan sebagai agama universal yang rahmatan
lil 'alamin. Kedatangan Islam bukan untuk menyengsarakan umat manusia.
Sebaliknya, Islam datang agar manusia mampu menikmati dan merasakan rasa cinta
dan kasih sayang sesamanya. Bahkan lebih dari itu, Islam mengajarkan bahwa
kasih sayang tidak hanya sebatas kepada manusia, Islam menyuruh, tetapi untuk
menebar kasih sayang kepada semua makhluk, termasuk hewan dan binatang.
Islam sangat menjunjung
tinggi akan arti kasih sayang terhadap umat manusia. Rasulullah saw. bersabda :
"Janganlah kamu saling membenci, berdengki-dengkian, saling
berpalingan, dan jadilah kamu sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Juga
tidak dibolehkan seorang muslim meninggalkan (tidak bertegur sapa) terhadap
sudaranya lewat tiga hari" (HR. Muslim).
Kasih sayang dalam Islam diwujudkan dalam bentuk yang
nyata seperti silaturahmi, menjenguk yang sakit, meringankan beban tetangga
yang sedang ditimpa musibah, mendamaikan orang yang berselisih, mengajak kepada
kebenaran (amar ma'ruf) dan mencegah dari perbuatan munkar (nahi munkar).
Dengan demikian kasih sayang dalam Islam adalah jauh lebih lebih indah, lebih
konkrit dan lebih universal dari sekadar kasih sayang versi Valentine Day.
Namun demikian tidak benar bila kemudian
kita membenci dan memusuhi orang yang merayakan Valentine’s Day. Mereka tetap saudara
kita sebangsa dan setanah air. Kehidupan harmonis yang saling menghormati harus
tetap dijaga. Tidak ada salahnya lho, kita tersenyum dan bertegur sapa kepada
mereka, sepanjang dalam batas kewajaran saja. Akan tetapi, alangkah lebih baik lagi
kalau kita mampu memberikan informasi yang sebenarnya perihal Valentine’s Day.
Karena masih banyak remaja kita yang suka ikut-ikutan, tanpa mengetahui apa
itu, arti di balik perbuatan yang mereka kerjakan (Valentine’s Day). Dan tugas
kita bersama barangkali memberikan informasi yang seimbang kepada mereka agar
mereka bisa memutuskan mana yang logis dan mana yang tidak rasional.
Jika kita mendalami dan menelusuri Islam
lebih dalam, maka kita akan mendapati “kasih sayang sebagai kunci utama” ajaran
Islam untuk manusia. Tidak percaya……?
Mari kita lihat…
Selama ini, alhamdulilah sedikit-banyak
saya medapat bekal ilmu dari orang tua dan guru, entah kita sadari atau tidak,
bahwa setiap apa yang akan kita lakukan dan kerjakan, sebaiknya kita niatkan dengan
tulus dan karena Allah untuk mengucapkan bacaan “Bismillaahirrahmaanirrahiim”. Karena ada
kaidah; الاـمور بمقـاصد هـا artinya “Setiap perbuatan
bergantung pada niatnya”. Sedangkan kita tahu bahwa dari 114 Surat dalam al-Qur’an, semuanya diawali
dengan kalimat “Bismillaahirrahmaanirrahiim”, kecuali satu surat yaitu
Surat At-Taubat.
Dari kalimat “Bismillaahirrahmaanirrahiim”
kita mendapati tiga Asma Allah, yaitu “Allah, Rahman dan Rahiim”. Yang artinya
Allah, Pengasih dan Penyayang. Adakah yang mau membantah bahwa Allah sebagai
Dzat yang Maha Pengasih dan Penyayang…? Lalu kenapa kita mesti menyangkal hari
kasih sayang….?
Disini saya mengartikan bahwa tanggal 14
Februari bukan untuk memperingati St. Valentine’ yang merupakan seorang pendeta
Nasrani yaitu orang yang pertama kali mengajak semua orang untuk merayakan “Hari
Kasih Sayang” dengan sebutan Valentine’s Day. Tapi walaupun sebagai hari
kasih saying menurutnya, dan kita sebagai umat Muslim yang budiman, tidak perlu
menentang arus budaya yang masuk, tapi sebaiknya pergunakan budaya yang masuk
tersebut sebagai alat kendaraan baru untuk berdakwah. Kita sebaiknya, tinggal
merubah aja cara pandang dan, mengajak untuk menegakkan dua kalimat Syahadat yakni
“Asyhadu An-Laa Ilâha Illallâh wa Asyhadu
Anna Muhammadar Rasulullâh”. Saya bersaksi bahwa tiada
tuhan selain Dzat Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad SAW adalah Rasul
/utusan Allah.
Kita sebagai umat Islam masih ingat ngga cerita
tentang Wali Songo yang menyebarkan ajaran Islam di berbagai wilayah di Indonesia. Dan
anda mungkin masih ingat….atau
jangan-jangan sudah lupa, cerita tentang bagaimana para Wali Songo dengan
cerdik mampu menyelipkan ajaran Islam di antara nilai-nilai kebudayaan yang
saat itu masih sangat dipengaruhi oleh ajaran Hindu dan Budha. Nah disini, Para
Wali Songo sadar bahwa melawan budaya adalah suatu hal yang sangat sulit untuk
dilakukan. Tetapi dengan izin Allah pada akhirnya beliau menjadikan kebudayaan
yang sangat dipengaruhi ajaran Hindu dan Budha tersebut sebagai alat kendaraan
untuk berdakwah dengan memutuskan untuk bermain secara “cantik” dari pada
melawan arus budaya secara agresif. Mungkin seperti itulah, dengan membaca dua
kalimat Syahadat diatas berarti saya/kita/anda sudah masuk Agama Islam. Wallaahu
alam bissawab.
Mudah-mudahan tulisan singkat ini banyak mamfaatnya
terutama bagi para pemuda-pemudi yang haus akan kasih sayang, dan marilah kita
jadikan tanggal 14 Februari sebagai alarm/pengingat, ucapkan "Selamat Hari
Kasih Sayang" kepada semua makhluq Allah dengan cara-cara yang Islami.
By Didin Samsudin, S.HI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar