Rabu, 20 Juni 2012

Apakah Valentine’s Day
bertentangan dengan Islam ?       

Valentine’s Day sangat mempengaruhi kaum pemuda-pemudi dewasa ini yang sedang terkena virus cinta karena kalau sudah terkena virus cinta biasanya dalam berpasang-pasangan akan menghalalkan segala cara (warning…) Naudzubillah.
Dari kalimat diatas, bagaimana sebaiknya kita sebagai umat Muslim dalam menanggapi hari perayaan Valentine’s Day (Hari Kasih Sayang)?
Kalangan Muslim yang tidak mendukung perayaan Valentine’s Day biasanya selalu menggunakan berbagai macam cara atau alasan untuk menjelaskan mengapa perayaan Valentine’s Day sebaiknya harus ditinggalkan… Dari sekian banyak alasan yang biasanya diungkapkan, tak lain yang terucap ialah kata “bid’ah” biasanya kata tersebut yang sering dimunculkan dan menjadi alasan yang utama. Tapi kita sebagai umat Muslim yang baik seharusnya mengetahui dulu apa itu “bid’ah”? Betul ngga….
Menurut pandangan saya “bid’ah” di dalam ajaran Islam memiliki pengertian sebagai perkara yang diada-adakan dalam agama. Adapun beberapa pihak yang tidak setuju dengan Valentine’s Day berpendapat bahwa karena tidak ada yang namanya perayaan Valentine’s Day di jaman Nabi Muhammad maka perayaan Valentine’s Day saat ini adalah sebuah tindakan yang diada-adakan. Kalau analisanya seperti itu, lalu apakah kita juga tidak boleh menggunakan Kapal terbang untuk naik haji, Telepon untuk bicara jarak jauh, Sepeda motor untuk bekerja ataupun internet untuk mencari informasi? Nah yang menjadi pertanyaan, bukankah di jaman Nabi semua itu juga belum ada? Perdebatan mengenai apakah perayaan Valentine’s Day adalah sebuah bid’ah atau bukan tidak pada tempatnya. atau juga sangat bertentangan dengan Islam?
Sebaiknya kita tidak menjadi umat yang tertutup dan menutup diri.
Kita sebagai umat Islam seharusnya dengan bijak menyadari, bahwa apabila ajaran dan faham agama Islam ingin lebih diterima oleh semua generasi dan semua golongan, selayaknyalah kita lebih bijaksana dalam menyikapi hal-hal yang dianggap “bid’ah”, tapi jika hal tersebut banyak mamfaatnya kenapa tida kita jalani dengan sewajarnya menurut aturan hokum Islam. Karena Islam bukanlah Arab, Islam bukanlah budaya, tetapi sebuah ajaran yang Maha Mulia. Islam diturunkan sebagai agama universal yang rahmatan lil 'alamin. Kedatangan Islam bukan untuk menyengsarakan umat manusia. Sebaliknya, Islam datang agar manusia mampu menikmati dan merasakan rasa cinta dan kasih sayang sesamanya. Bahkan lebih dari itu, Islam mengajarkan bahwa kasih sayang tidak hanya sebatas kepada manusia, Islam menyuruh, tetapi untuk menebar kasih sayang kepada semua makhluk, termasuk hewan dan binatang.
        Islam sangat menjunjung tinggi akan arti kasih sayang terhadap umat manusia. Rasulullah saw. bersabda : "Janganlah kamu saling membenci, berdengki-dengkian, saling berpalingan, dan jadilah kamu sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Juga tidak dibolehkan seorang muslim meninggalkan (tidak bertegur sapa) terhadap sudaranya lewat tiga hari" (HR. Muslim).
Kasih sayang dalam Islam diwujudkan dalam bentuk yang nyata seperti silaturahmi, menjenguk yang sakit, meringankan beban tetangga yang sedang ditimpa musibah, mendamaikan orang yang berselisih, mengajak kepada kebenaran (amar ma'ruf) dan mencegah dari perbuatan munkar (nahi munkar). Dengan demikian kasih sayang dalam Islam adalah jauh lebih lebih indah, lebih konkrit dan lebih universal dari sekadar kasih sayang versi Valentine Day.
Namun demikian tidak benar bila kemudian kita membenci dan memusuhi orang yang merayakan Valentine’s Day. Mereka tetap saudara kita sebangsa dan setanah air. Kehidupan harmonis yang saling menghormati harus tetap dijaga. Tidak ada salahnya lho, kita tersenyum dan bertegur sapa kepada mereka, sepanjang dalam batas kewajaran saja. Akan tetapi, alangkah lebih baik lagi kalau kita mampu memberikan informasi yang sebenarnya perihal Valentine’s Day. Karena masih banyak remaja kita yang suka ikut-ikutan, tanpa mengetahui apa itu, arti di balik perbuatan yang mereka kerjakan (Valentine’s Day). Dan tugas kita bersama barangkali memberikan informasi yang seimbang kepada mereka agar mereka bisa memutuskan mana yang logis dan mana yang tidak rasional.
Jika kita mendalami dan menelusuri Islam lebih dalam, maka kita akan mendapati “kasih sayang sebagai kunci utama” ajaran Islam untuk manusia. Tidak percaya……?
Mari kita lihat…
Selama ini, alhamdulilah sedikit-banyak saya medapat bekal ilmu dari orang tua dan guru, entah kita sadari atau tidak, bahwa setiap apa yang akan kita lakukan dan kerjakan, sebaiknya kita niatkan dengan tulus dan karena Allah untuk mengucapkan bacaan  “Bismillaahirrahmaanirrahiim”. Karena ada kaidah;  الاـمور بمقـاصد هـا artinya “Setiap perbuatan bergantung pada niatnya”. Sedangkan kita tahu bahwa dari 114 Surat dalam al-Qur’an, semuanya diawali dengan kalimat “Bismillaahirrahmaanirrahiim”, kecuali satu surat yaitu Surat At-Taubat.
Dari kalimat “Bismillaahirrahmaanirrahiim” kita mendapati tiga Asma Allah, yaitu “Allah, Rahman dan Rahiim”. Yang artinya Allah, Pengasih dan Penyayang. Adakah yang mau membantah bahwa Allah sebagai Dzat yang Maha Pengasih dan Penyayang…? Lalu kenapa kita mesti menyangkal hari kasih sayang….? 
Disini saya mengartikan bahwa tanggal 14 Februari bukan untuk memperingati St. Valentine’ yang merupakan seorang pendeta Nasrani yaitu orang yang pertama kali mengajak semua orang untuk merayakan “Hari Kasih Sayang” dengan sebutan Valentine’s Day. Tapi walaupun sebagai hari kasih saying menurutnya, dan kita sebagai umat Muslim yang budiman, tidak perlu menentang arus budaya yang masuk, tapi sebaiknya pergunakan budaya yang masuk tersebut sebagai alat kendaraan baru untuk berdakwah. Kita sebaiknya, tinggal merubah aja cara pandang dan, mengajak untuk menegakkan dua kalimat Syahadat yakni Asyhadu An-Laa Ilâha Illallâh wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullâh. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Dzat Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad SAW adalah Rasul /utusan Allah.
Kita sebagai umat Islam masih ingat ngga cerita tentang Wali Songo yang menyebarkan ajaran Islam di berbagai wilayah di Indonesia. Dan anda mungkin  masih ingat….atau jangan-jangan sudah lupa, cerita tentang bagaimana para Wali Songo dengan cerdik mampu menyelipkan ajaran Islam di antara nilai-nilai kebudayaan yang saat itu masih sangat dipengaruhi oleh ajaran Hindu dan Budha. Nah disini, Para Wali Songo sadar bahwa melawan budaya adalah suatu hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Tetapi dengan izin Allah pada akhirnya beliau menjadikan kebudayaan yang sangat dipengaruhi ajaran Hindu dan Budha tersebut sebagai alat kendaraan untuk berdakwah dengan memutuskan untuk bermain secara “cantik” dari pada melawan arus budaya secara agresif. Mungkin seperti itulah, dengan membaca dua kalimat Syahadat diatas berarti saya/kita/anda sudah masuk Agama Islam. Wallaahu alam bissawab.

Mudah-mudahan tulisan singkat ini banyak mamfaatnya terutama bagi para pemuda-pemudi yang haus akan kasih sayang, dan marilah kita jadikan tanggal 14 Februari sebagai alarm/pengingat, ucapkan "Selamat Hari Kasih Sayang" kepada semua makhluq Allah dengan cara-cara yang Islami.


By  Didin Samsudin, S.HI

Tidak ada komentar: